Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
Masa anak-anak adalah periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang seseorang di masa depan. Untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas, Puskesmas Wonokerto 1 Kabupaten Pekalongan menghadirkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) — sebuah program yang berfokus pada pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Program PKAT ditujukan bagi bayi berusia 6 bulan hingga 7 bulan kurang 1 hari, dengan serangkaian pemeriksaan menyeluruh yang meliputi aspek fisik, tumbuh kembang, gizi, imunisasi, serta edukasi pola asuh untuk orang tua.
Mendeteksi Dini Masalah Kesehatan
Pemeriksaan dilakukan untuk menemukan potensi gangguan kesehatan atau penyakit sejak dini, sehingga dapat segera ditangani sebelum menjadi masalah serius.
Memantau Tumbuh Kembang Anak
Melalui penilaian perkembangan, tenaga kesehatan dapat memastikan setiap anak tumbuh sesuai usia dan tahap perkembangannya.
Menilai Status Gizi
Pemeriksaan memastikan bahwa anak mendapatkan ASI dan MPASI yang sesuai dengan kebutuhan gizinya.
Memberikan Edukasi kepada Orang Tua
Orang tua memperoleh pengetahuan tentang pola asuh, nutrisi, dan cara menjaga kesehatan anak agar dapat diterapkan di rumah secara berkelanjutan.
Registrasi Peserta
Orang tua melakukan pendaftaran anak sebelum pemeriksaan dimulai.
Penilaian Awal
Petugas kesehatan mengumpulkan data dasar dan riwayat kesehatan anak.
Pemeriksaan Tumbuh Kembang
Anak dinilai berdasarkan tahapan perkembangan untuk memastikan tidak ada keterlambatan atau gangguan.
Pengukuran Antropometri
Berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala diukur untuk memantau pertumbuhan anak.
Pemeriksaan Klinis oleh Dokter
Anak diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatannya baik.
Konseling dan Edukasi Orang Tua
Orang tua mendapatkan hasil pemeriksaan, arahan, dan edukasi tentang perawatan anak agar pertumbuhan optimal dapat tercapai.
Kamis, 23 Oktober 2025
Wonokerto, 21 Februari 2025
Puskesmas Wonokerto 1 mengadakan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemantauan kesehatan bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Kegiatan ini melibatkan pengecekan rutin kesehatan, edukasi pola hidup sehat, dan konseling untuk mendukung pasien dalam mengelola penyakitnya agar tetap terkendali.
Kegiatan Prolanis difokuskan pada Pemantauan kesehatan bagi penderita penyakit kronis, termasuk:
Tujuan Kegiatan:
Jumat, 21 Februari 2025
Puskesmas Wonokerto I melakukan pelayanan secara komprehensif pasca banjir kepada warga terdampak. Salah satu bentuk respon cepat yang diberikan adalah Tim P3K Puskesmas Wonokerto I memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan kondisi kesehatan dan pemberian obat kepada warga terdampak banjir di wilayah kerja Puskesmas Wonokerto I diantaranya Desa Pecakaran dan Desa Api-api. Layanan Kesehatan ini disambut baik oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan .
[Gambar]
(P3K Desa Pecakaran)
[Gambar]
(P3K Desa Api-api)
Rabu, 22 Januari 2025
Gerakan Aksi Bergizi yang dilakukan Puskesmas Wonokerto I merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah masalah gizi pada anak usia sekolah, seperti anemia, stunting, dan obesitas.
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Aksi Bergizi Serentak, di antaranya: Sarapan bersama, Senam bersama, Minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama.
Beberapa manfaat dari Gerakan Aksi Bergizi Serentak, diantaranya:
Jumat, 23 Agustus 2024
Wonokerto - Pencegahan penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak saat sekarang menjadi perhatian dari semua lapisan. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak, selain Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 3 tahun 2018 tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome. Data sasaran Ibu Hamil Puskesmas Wonokerto I tahun 2020 sebanyak 656 orang, sedangkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) HIV Puskesmas Wonokerto I tahun 2020 hanya 86,59% atau sebanyak 568 ibu hamil yang mendapat pelayanan HIV di Puskesmas Wonokerto I, sedangkan seharusnya capaian SPM adalah 100%. Dalam upaya meningkatkan capaian SPM perlu adanya inovasi kegiatan terkait program HIV, Sifilis, dan Hepatitis B.
BU HAJAH SIPA adalah inovasi dibidang kesehatan yang digagas oleh Programer HIV, yang didalamnya terdapat kegiatan m ulai dari mendata berapa ibu hamil yang sudah melakukan pemeriksaan, mengevaluasi apakah ibu hamil tahu sudah dilakukan pemeriksaan apa saja di Puskesmas, mengevaluasi pengetahuan ibu hamil tentang penyakit HIV, Sipilis dan Hepatitis B, memberikan edukasi tentang penyakit HIV, Sipilis dan Hepatitis B dan pentingnya melakukan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B , dan mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B dengan dipantau oleh Bidan desa setempat.
Dengan program BU HAJAH SIPA diharapkan cakupan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B untuk ibu hamil lebih optimal karena tumbuh dari rasa tahu dan kepedulian dari ibu hamil akan pentingnya kesehatan dirinya dan calon buah hatinya, sehingga meningkatkan juga capaian SPM untuk program HIV baik untuk Puskesmas Wonokerto I maupun Kabupaten Pekalongan.
(Wahyu).
Sabtu, 9 Juli 2022
<p style="text-align: justify;"><strong>Wonokerto</strong> - BIAN atau singkatan dari Bulan Imunisasi Anak Nasional adalah upaya yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2022 untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19. Menyikapi hal tersebut maka Puskesmas telah mempersiapkan berbagai upaya untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Salah satu kegiatannya adalah memberikan sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) kepada Kader Posyandu diwilayah kerja Puskesmas Wonokerto I. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 4 Juni 2022 dan berakhir ditanggal 2 Juli 2022 dengan total kader yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 99 perwakilan dari masing-masing 33 Posyandu dengan mengirimkan masing-masing 3 kader per posyandu.</p>
Dalam pertemuan sosialisasi ini, kader diberikan informasi tentang Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), strategi komunikasi hingga peran dan tugas kader posyandu dalam persiapan dan saat menghadapi kegiatan BIAN dibulan Agustus nanti. Pelaksana Program Imunisasi Puskesmas Wonokerto I, Isrina Yuliati S.ST memberikan materi tentang BIAN dan memberikan pelatihan kepada kader mengenai pendataan sasaran BIAN. Ini penting karena dalam pendataan nanti akan diketahui jumlah sasaran dan persiapan dalam penyediaan Vaksin. Kemudian mengenai strategi komunikasi, Ibnu Irfan, S.KM selaku Promotor Kesehatan Puskesmas Wonokerto I menyampaikan berbagai strategi komunikasi efektif kepada kader posyandu untuk bisa diterima dan dipahami masyarakat, khususnya bagi yang mempunyai anak usia 9-59 bulan untuk melengkapi imunisasi dasar sebelum nanti diberikan booster vaksin campak.
Pesan dari Kepala Puskesmas Wonokerto I dr Agustina Rusmawati kepada pada pertemuan tersebut mengharapkan kepada kader untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat, terutama bagi masyarakat yang mempunyai anak usia 9-59 bulan untuk melengkapi imunisasi dasar dibulan Juli agar nanti pada saat diberikan bosster campak dibulan Agustus si anak tidak disuntik lebih dari 1 jenis vaksin dikarenakan imunisasi dasarnya belum lengkap.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nanti kader posyandu sebagai penyambung pesan dari Puskesmas bisa menyampakan informasi tentang BIAN dengan baik pada masyarakat diwilayahnya masing-masing, sehingga nanti dibulan Agustus kegiatan bisa berjalan dengan optimal.
(Ibnu)
Senin, 4 Juli 2022
Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
Masa anak-anak adalah periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang seseorang di masa depan. Untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas, Puskesmas Wonokerto 1 Kabupaten Pekalongan menghadirkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) — sebuah program yang berfokus pada pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Program PKAT ditujukan bagi bayi berusia 6 bulan hingga 7 bulan kurang 1 hari, dengan serangkaian pemeriksaan menyeluruh yang meliputi aspek fisik, tumbuh kembang, gizi, imunisasi, serta edukasi pola asuh untuk orang tua.
Mendeteksi Dini Masalah Kesehatan
Pemeriksaan dilakukan untuk menemukan potensi gangguan kesehatan atau penyakit sejak dini, sehingga dapat segera ditangani sebelum menjadi masalah serius.
Memantau Tumbuh Kembang Anak
Melalui penilaian perkembangan, tenaga kesehatan dapat memastikan setiap anak tumbuh sesuai usia dan tahap perkembangannya.
Menilai Status Gizi
Pemeriksaan memastikan bahwa anak mendapatkan ASI dan MPASI yang sesuai dengan kebutuhan gizinya.
Memberikan Edukasi kepada Orang Tua
Orang tua memperoleh pengetahuan tentang pola asuh, nutrisi, dan cara menjaga kesehatan anak agar dapat diterapkan di rumah secara berkelanjutan.
Registrasi Peserta
Orang tua melakukan pendaftaran anak sebelum pemeriksaan dimulai.
Penilaian Awal
Petugas kesehatan mengumpulkan data dasar dan riwayat kesehatan anak.
Pemeriksaan Tumbuh Kembang
Anak dinilai berdasarkan tahapan perkembangan untuk memastikan tidak ada keterlambatan atau gangguan.
Pengukuran Antropometri
Berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala diukur untuk memantau pertumbuhan anak.
Pemeriksaan Klinis oleh Dokter
Anak diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatannya baik.
Konseling dan Edukasi Orang Tua
Orang tua mendapatkan hasil pemeriksaan, arahan, dan edukasi tentang perawatan anak agar pertumbuhan optimal dapat tercapai.
Kamis, 23 Oktober 2025
Wonokerto, 21 Februari 2025
Puskesmas Wonokerto 1 mengadakan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemantauan kesehatan bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Kegiatan ini melibatkan pengecekan rutin kesehatan, edukasi pola hidup sehat, dan konseling untuk mendukung pasien dalam mengelola penyakitnya agar tetap terkendali.
Kegiatan Prolanis difokuskan pada Pemantauan kesehatan bagi penderita penyakit kronis, termasuk:
Tujuan Kegiatan:
Jumat, 21 Februari 2025
Puskesmas Wonokerto I melakukan pelayanan secara komprehensif pasca banjir kepada warga terdampak. Salah satu bentuk respon cepat yang diberikan adalah Tim P3K Puskesmas Wonokerto I memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan kondisi kesehatan dan pemberian obat kepada warga terdampak banjir di wilayah kerja Puskesmas Wonokerto I diantaranya Desa Pecakaran dan Desa Api-api. Layanan Kesehatan ini disambut baik oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan .
[Gambar]
(P3K Desa Pecakaran)
[Gambar]
(P3K Desa Api-api)
Rabu, 22 Januari 2025
Gerakan Aksi Bergizi yang dilakukan Puskesmas Wonokerto I merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah masalah gizi pada anak usia sekolah, seperti anemia, stunting, dan obesitas.
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Aksi Bergizi Serentak, di antaranya: Sarapan bersama, Senam bersama, Minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama.
Beberapa manfaat dari Gerakan Aksi Bergizi Serentak, diantaranya:
Jumat, 23 Agustus 2024
Wonokerto - Pencegahan penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak saat sekarang menjadi perhatian dari semua lapisan. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak, selain Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 3 tahun 2018 tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome. Data sasaran Ibu Hamil Puskesmas Wonokerto I tahun 2020 sebanyak 656 orang, sedangkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) HIV Puskesmas Wonokerto I tahun 2020 hanya 86,59% atau sebanyak 568 ibu hamil yang mendapat pelayanan HIV di Puskesmas Wonokerto I, sedangkan seharusnya capaian SPM adalah 100%. Dalam upaya meningkatkan capaian SPM perlu adanya inovasi kegiatan terkait program HIV, Sifilis, dan Hepatitis B.
BU HAJAH SIPA adalah inovasi dibidang kesehatan yang digagas oleh Programer HIV, yang didalamnya terdapat kegiatan m ulai dari mendata berapa ibu hamil yang sudah melakukan pemeriksaan, mengevaluasi apakah ibu hamil tahu sudah dilakukan pemeriksaan apa saja di Puskesmas, mengevaluasi pengetahuan ibu hamil tentang penyakit HIV, Sipilis dan Hepatitis B, memberikan edukasi tentang penyakit HIV, Sipilis dan Hepatitis B dan pentingnya melakukan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B , dan mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B dengan dipantau oleh Bidan desa setempat.
Dengan program BU HAJAH SIPA diharapkan cakupan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B untuk ibu hamil lebih optimal karena tumbuh dari rasa tahu dan kepedulian dari ibu hamil akan pentingnya kesehatan dirinya dan calon buah hatinya, sehingga meningkatkan juga capaian SPM untuk program HIV baik untuk Puskesmas Wonokerto I maupun Kabupaten Pekalongan.
(Wahyu).
Sabtu, 9 Juli 2022
<p style="text-align: justify;"><strong>Wonokerto</strong> - BIAN atau singkatan dari Bulan Imunisasi Anak Nasional adalah upaya yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2022 untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19. Menyikapi hal tersebut maka Puskesmas telah mempersiapkan berbagai upaya untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Salah satu kegiatannya adalah memberikan sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) kepada Kader Posyandu diwilayah kerja Puskesmas Wonokerto I. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 4 Juni 2022 dan berakhir ditanggal 2 Juli 2022 dengan total kader yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 99 perwakilan dari masing-masing 33 Posyandu dengan mengirimkan masing-masing 3 kader per posyandu.</p>
Dalam pertemuan sosialisasi ini, kader diberikan informasi tentang Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), strategi komunikasi hingga peran dan tugas kader posyandu dalam persiapan dan saat menghadapi kegiatan BIAN dibulan Agustus nanti. Pelaksana Program Imunisasi Puskesmas Wonokerto I, Isrina Yuliati S.ST memberikan materi tentang BIAN dan memberikan pelatihan kepada kader mengenai pendataan sasaran BIAN. Ini penting karena dalam pendataan nanti akan diketahui jumlah sasaran dan persiapan dalam penyediaan Vaksin. Kemudian mengenai strategi komunikasi, Ibnu Irfan, S.KM selaku Promotor Kesehatan Puskesmas Wonokerto I menyampaikan berbagai strategi komunikasi efektif kepada kader posyandu untuk bisa diterima dan dipahami masyarakat, khususnya bagi yang mempunyai anak usia 9-59 bulan untuk melengkapi imunisasi dasar sebelum nanti diberikan booster vaksin campak.
Pesan dari Kepala Puskesmas Wonokerto I dr Agustina Rusmawati kepada pada pertemuan tersebut mengharapkan kepada kader untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat, terutama bagi masyarakat yang mempunyai anak usia 9-59 bulan untuk melengkapi imunisasi dasar dibulan Juli agar nanti pada saat diberikan bosster campak dibulan Agustus si anak tidak disuntik lebih dari 1 jenis vaksin dikarenakan imunisasi dasarnya belum lengkap.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nanti kader posyandu sebagai penyambung pesan dari Puskesmas bisa menyampakan informasi tentang BIAN dengan baik pada masyarakat diwilayahnya masing-masing, sehingga nanti dibulan Agustus kegiatan bisa berjalan dengan optimal.
(Ibnu)
Senin, 4 Juli 2022