Berita terbaru dari Puskesmas Wonokerto I
Sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan anak melalui deteksi dini Puskesmas Wonokerto I melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT). Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai profesi, seperti dokter, perawat, bidan, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya sehingga pelayanan yang diberikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Pada kegiatan ini anak-anak mendapatkan berbagai pemeriksaan kesehatan, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, status gizi, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan penglihatan, serta skrining tumbuh kembang. Selain itu, dilakukan pula penilaian status imunisasi dan pemberian edukasi kesehatan kepada orang tua maupun pendamping anak mengenai pola hidup bersih dan sehat, gizi seimbang, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. Kegiatan PKAT bertujuan untuk mengidentifikasi secara dini adanya gangguan kesehatan, masalah gizi, maupun hambatan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga dapat segera diberikan penanganan atau tindak lanjut yang sesuai.
Dengan pendekatan terintegrasi, setiap anak memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif sesuai dengan kebutuhannya Melalui kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) ini, diharapkan kesehatan anak dapat terpantau dengan baik, berbagai masalah kesehatan dapat ditemukan sejak dini, serta terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen Puskesmas Wonokerto I dalam meningkatkan pelayanan kesehatan promotif dan preventif bagi anak-anak di wilayah kerjanya.
[Gambar][Gambar][Gambar][Gambar][Gambar][Gambar][Gambar]
Rabu, 3 Juni 2026
Masa anak-anak adalah periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang seseorang di masa depan. Untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas, Puskesmas Wonokerto 1 Kabupaten Pekalongan menghadirkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) — sebuah program yang berfokus pada pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Program PKAT ditujukan bagi bayi berusia 6 bulan hingga 7 bulan kurang 1 hari, dengan serangkaian pemeriksaan menyeluruh yang meliputi aspek fisik, tumbuh kembang, gizi, imunisasi, serta edukasi pola asuh untuk orang tua.
Mendeteksi Dini Masalah Kesehatan
Pemeriksaan dilakukan untuk menemukan potensi gangguan kesehatan atau penyakit sejak dini, sehingga dapat segera ditangani sebelum menjadi masalah serius.
Memantau Tumbuh Kembang Anak
Melalui penilaian perkembangan, tenaga kesehatan dapat memastikan setiap anak tumbuh sesuai usia dan tahap perkembangannya.
Menilai Status Gizi
Pemeriksaan memastikan bahwa anak mendapatkan ASI dan MPASI yang sesuai dengan kebutuhan gizinya.
Memberikan Edukasi kepada Orang Tua
Orang tua memperoleh pengetahuan tentang pola asuh, nutrisi, dan cara menjaga kesehatan anak agar dapat diterapkan di rumah secara berkelanjutan.
Registrasi Peserta
Orang tua melakukan pendaftaran anak sebelum pemeriksaan dimulai.
Penilaian Awal
Petugas kesehatan mengumpulkan data dasar dan riwayat kesehatan anak.
Pemeriksaan Tumbuh Kembang
Anak dinilai berdasarkan tahapan perkembangan untuk memastikan tidak ada keterlambatan atau gangguan.
Pengukuran Antropometri
Berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala diukur untuk memantau pertumbuhan anak.
Pemeriksaan Klinis oleh Dokter
Anak diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatannya baik.
Konseling dan Edukasi Orang Tua
Orang tua mendapatkan hasil pemeriksaan, arahan, dan edukasi tentang perawatan anak agar pertumbuhan optimal dapat tercapai.
Kamis, 23 Oktober 2025
Wonokerto, 21 Februari 2025
Puskesmas Wonokerto 1 mengadakan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemantauan kesehatan bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Kegiatan ini melibatkan pengecekan rutin kesehatan, edukasi pola hidup sehat, dan konseling untuk mendukung pasien dalam mengelola penyakitnya agar tetap terkendali.
Kegiatan Prolanis difokuskan pada Pemantauan kesehatan bagi penderita penyakit kronis, termasuk:
Tujuan Kegiatan:
Jumat, 21 Februari 2025
Puskesmas Wonokerto I melakukan pelayanan secara komprehensif pasca banjir kepada warga terdampak. Salah satu bentuk respon cepat yang diberikan adalah Tim P3K Puskesmas Wonokerto I memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan kondisi kesehatan dan pemberian obat kepada warga terdampak banjir di wilayah kerja Puskesmas Wonokerto I diantaranya Desa Pecakaran dan Desa Api-api. Layanan Kesehatan ini disambut baik oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan .
[Gambar]
(P3K Desa Pecakaran)
[Gambar]
(P3K Desa Api-api)
Rabu, 22 Januari 2025
Gerakan Aksi Bergizi yang dilakukan Puskesmas Wonokerto I merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah masalah gizi pada anak usia sekolah, seperti anemia, stunting, dan obesitas.
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Aksi Bergizi Serentak, di antaranya: Sarapan bersama, Senam bersama, Minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama.
Beberapa manfaat dari Gerakan Aksi Bergizi Serentak, diantaranya:
Jumat, 23 Agustus 2024
Wonokerto - Pencegahan penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak saat sekarang menjadi perhatian dari semua lapisan. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak, selain Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 3 tahun 2018 tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome. Data sasaran Ibu Hamil Puskesmas Wonokerto I tahun 2020 sebanyak 656 orang, sedangkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) HIV Puskesmas Wonokerto I tahun 2020 hanya 86,59% atau sebanyak 568 ibu hamil yang mendapat pelayanan HIV di Puskesmas Wonokerto I, sedangkan seharusnya capaian SPM adalah 100%. Dalam upaya meningkatkan capaian SPM perlu adanya inovasi kegiatan terkait program HIV, Sifilis, dan Hepatitis B.
BU HAJAH SIPA adalah inovasi dibidang kesehatan yang digagas oleh Programer HIV, yang didalamnya terdapat kegiatan m ulai dari mendata berapa ibu hamil yang sudah melakukan pemeriksaan, mengevaluasi apakah ibu hamil tahu sudah dilakukan pemeriksaan apa saja di Puskesmas, mengevaluasi pengetahuan ibu hamil tentang penyakit HIV, Sipilis dan Hepatitis B, memberikan edukasi tentang penyakit HIV, Sipilis dan Hepatitis B dan pentingnya melakukan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B , dan mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B dengan dipantau oleh Bidan desa setempat.
Dengan program BU HAJAH SIPA diharapkan cakupan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B untuk ibu hamil lebih optimal karena tumbuh dari rasa tahu dan kepedulian dari ibu hamil akan pentingnya kesehatan dirinya dan calon buah hatinya, sehingga meningkatkan juga capaian SPM untuk program HIV baik untuk Puskesmas Wonokerto I maupun Kabupaten Pekalongan.
(Wahyu).
Sabtu, 9 Juli 2022
Berita terbaru dari Puskesmas Wonokerto I
Sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan anak melalui deteksi dini Puskesmas Wonokerto I melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT). Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai profesi, seperti dokter, perawat, bidan, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya sehingga pelayanan yang diberikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Pada kegiatan ini anak-anak mendapatkan berbagai pemeriksaan kesehatan, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, status gizi, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan penglihatan, serta skrining tumbuh kembang. Selain itu, dilakukan pula penilaian status imunisasi dan pemberian edukasi kesehatan kepada orang tua maupun pendamping anak mengenai pola hidup bersih dan sehat, gizi seimbang, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. Kegiatan PKAT bertujuan untuk mengidentifikasi secara dini adanya gangguan kesehatan, masalah gizi, maupun hambatan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga dapat segera diberikan penanganan atau tindak lanjut yang sesuai.
Dengan pendekatan terintegrasi, setiap anak memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif sesuai dengan kebutuhannya Melalui kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) ini, diharapkan kesehatan anak dapat terpantau dengan baik, berbagai masalah kesehatan dapat ditemukan sejak dini, serta terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen Puskesmas Wonokerto I dalam meningkatkan pelayanan kesehatan promotif dan preventif bagi anak-anak di wilayah kerjanya.
[Gambar][Gambar][Gambar][Gambar][Gambar][Gambar][Gambar]
Rabu, 3 Juni 2026
Masa anak-anak adalah periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang seseorang di masa depan. Untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas, Puskesmas Wonokerto 1 Kabupaten Pekalongan menghadirkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) — sebuah program yang berfokus pada pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Program PKAT ditujukan bagi bayi berusia 6 bulan hingga 7 bulan kurang 1 hari, dengan serangkaian pemeriksaan menyeluruh yang meliputi aspek fisik, tumbuh kembang, gizi, imunisasi, serta edukasi pola asuh untuk orang tua.
Mendeteksi Dini Masalah Kesehatan
Pemeriksaan dilakukan untuk menemukan potensi gangguan kesehatan atau penyakit sejak dini, sehingga dapat segera ditangani sebelum menjadi masalah serius.
Memantau Tumbuh Kembang Anak
Melalui penilaian perkembangan, tenaga kesehatan dapat memastikan setiap anak tumbuh sesuai usia dan tahap perkembangannya.
Menilai Status Gizi
Pemeriksaan memastikan bahwa anak mendapatkan ASI dan MPASI yang sesuai dengan kebutuhan gizinya.
Memberikan Edukasi kepada Orang Tua
Orang tua memperoleh pengetahuan tentang pola asuh, nutrisi, dan cara menjaga kesehatan anak agar dapat diterapkan di rumah secara berkelanjutan.
Registrasi Peserta
Orang tua melakukan pendaftaran anak sebelum pemeriksaan dimulai.
Penilaian Awal
Petugas kesehatan mengumpulkan data dasar dan riwayat kesehatan anak.
Pemeriksaan Tumbuh Kembang
Anak dinilai berdasarkan tahapan perkembangan untuk memastikan tidak ada keterlambatan atau gangguan.
Pengukuran Antropometri
Berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala diukur untuk memantau pertumbuhan anak.
Pemeriksaan Klinis oleh Dokter
Anak diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatannya baik.
Konseling dan Edukasi Orang Tua
Orang tua mendapatkan hasil pemeriksaan, arahan, dan edukasi tentang perawatan anak agar pertumbuhan optimal dapat tercapai.
Kamis, 23 Oktober 2025
Wonokerto, 21 Februari 2025
Puskesmas Wonokerto 1 mengadakan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemantauan kesehatan bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Kegiatan ini melibatkan pengecekan rutin kesehatan, edukasi pola hidup sehat, dan konseling untuk mendukung pasien dalam mengelola penyakitnya agar tetap terkendali.
Kegiatan Prolanis difokuskan pada Pemantauan kesehatan bagi penderita penyakit kronis, termasuk:
Tujuan Kegiatan:
Jumat, 21 Februari 2025
Puskesmas Wonokerto I melakukan pelayanan secara komprehensif pasca banjir kepada warga terdampak. Salah satu bentuk respon cepat yang diberikan adalah Tim P3K Puskesmas Wonokerto I memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan kondisi kesehatan dan pemberian obat kepada warga terdampak banjir di wilayah kerja Puskesmas Wonokerto I diantaranya Desa Pecakaran dan Desa Api-api. Layanan Kesehatan ini disambut baik oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan .
[Gambar]
(P3K Desa Pecakaran)
[Gambar]
(P3K Desa Api-api)
Rabu, 22 Januari 2025
Gerakan Aksi Bergizi yang dilakukan Puskesmas Wonokerto I merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah masalah gizi pada anak usia sekolah, seperti anemia, stunting, dan obesitas.
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Aksi Bergizi Serentak, di antaranya: Sarapan bersama, Senam bersama, Minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama.
Beberapa manfaat dari Gerakan Aksi Bergizi Serentak, diantaranya:
Jumat, 23 Agustus 2024
Wonokerto - Pencegahan penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak saat sekarang menjadi perhatian dari semua lapisan. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak, selain Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 3 tahun 2018 tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome. Data sasaran Ibu Hamil Puskesmas Wonokerto I tahun 2020 sebanyak 656 orang, sedangkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) HIV Puskesmas Wonokerto I tahun 2020 hanya 86,59% atau sebanyak 568 ibu hamil yang mendapat pelayanan HIV di Puskesmas Wonokerto I, sedangkan seharusnya capaian SPM adalah 100%. Dalam upaya meningkatkan capaian SPM perlu adanya inovasi kegiatan terkait program HIV, Sifilis, dan Hepatitis B.
BU HAJAH SIPA adalah inovasi dibidang kesehatan yang digagas oleh Programer HIV, yang didalamnya terdapat kegiatan m ulai dari mendata berapa ibu hamil yang sudah melakukan pemeriksaan, mengevaluasi apakah ibu hamil tahu sudah dilakukan pemeriksaan apa saja di Puskesmas, mengevaluasi pengetahuan ibu hamil tentang penyakit HIV, Sipilis dan Hepatitis B, memberikan edukasi tentang penyakit HIV, Sipilis dan Hepatitis B dan pentingnya melakukan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B , dan mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B dengan dipantau oleh Bidan desa setempat.
Dengan program BU HAJAH SIPA diharapkan cakupan pemeriksaan HIV, Sipilis dan Hepatitis B untuk ibu hamil lebih optimal karena tumbuh dari rasa tahu dan kepedulian dari ibu hamil akan pentingnya kesehatan dirinya dan calon buah hatinya, sehingga meningkatkan juga capaian SPM untuk program HIV baik untuk Puskesmas Wonokerto I maupun Kabupaten Pekalongan.
(Wahyu).
Sabtu, 9 Juli 2022